Ryan Cardio Blog

Senin, 21 Juli 2025

Penangan Sampah Di Depan Rumah , Di Eksekusi DLH Kota Tasikmalaya "Sampah Milik Pribadi"

 "Tindakan Dari DLH Telah Dilakukan" Terkendala Pemilik  Gunung Sampah Mempertahankan

Banyak orang membuang sampah didaerah orang lain, hal ini kerap terjadi. Namun lain halnya, Dengan Bapak X, dengan sengaja mengumpulkan sampah dari tetangga sekitar rumahnya. Dan dikumpulkan didekat rumahnya.Hal ini dilakukan sejak tahu 2012 lalu. Saya tanpa sengaja melihat pemandangan yang agak sedikit ganjil, dengan tumpukan sampah ini, dibilang pengepul barang bekas, sampah rumah tangga bercampur plastik mewarnai tumpukan sampah yang mulai menggunung.

Asep Anak Bapak X
Senin,21 Juli 2025 di Jalan RE.Martadinata (Kebon Kembang)Rt.03/13 Kelurahan cipedes Kec.Indihiang, Saya berkesempatan bertemu salah seorang anak Bapak X, bernama Pak Asep, Asep mengatakan kepada saya, bahwa:

“ saya anak ke 2 dari 5 bersaudara Bapak X, bukan kami sebagai anaknya, membiarkan Bapak saya melakukan penumpukan sampah seperti ini, seringkali kami melarang Bapak  untuk mengumpulkan sampah, dampak dari penumpukan sampah ini, mengganggu kenyamanan tetangga,” Kata Asep.

Dengan kesadaran penuh Asep pun mengakui, bahwa tempat ini, pernah didatangi dari Kelurahan Cipedes, Puskesmas, Babinsa ( Bintara Pembina Desa ). Bhabinkantibmas ( Bhyangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat ),RT dan RW mereka menyarankan tumpukan sampah yang menggunung bisa dibersihkan.

“saya dan saudara-saudara saya mengijinkan sampah ini dibersihkan, namun saat itu Bapak saya, mempertahankannya, dengan alasan mau di sortir, dikarenakan banyak sampah yang mempunyai nilai jual, dengan alasan seperti tersebut, mereka tidak bisa berbuat banyak, hanya saja mereka memberikan waktu kepada Bapak saya, untuk membersihkan tumpukan sampah ini, bilamana barang bekas yang dianggap mempunyai nilai jual habis, mereka akan mengangkutnya,” Papar Asep.

Lanjut Asep,

Tumpukan Sampah Dibibir Sungai
“ namun sampai detik ini, tumpukan sampah masih dalam kondisi seperti ini (menggunung), dikarenakan apa? Eksekusi pengambilan” pengangkutan” sampah hanya sedikit, baik dari pihak Kelurahan maupun pihak terkait, moment seperti ini yang dimanfaatkan oleh Bapak saya untuk terus berkeliling, mencari sampah dan akhirnya disimpan disini, lama-lama semakin bertambah, maunya kami, dan kami memohon kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya, untuk bisa membantu meratakan tumpukan sampah ini, sampai habis,” Pinta Asep.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar